Petarung Indonesia kelahiran Amerika Serikat, Bilal Hasan, mengawali kiprahnya di UFC dengan kemenangan meyakinkan. Ia menghentikan petarung Peru, Nilson Rojas, melalui knockout (KO) pada ronde kedua dalam pertarungan kelas terbang di Shanghai, China, Sabtu (29/8/2026).
Mengacu pada data UFC, Bilal mengakhiri pertandingan setelah melayangkan pukulan kanan telak ke arah dagu Rojas. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan, dengan satu hasil no contest.
Dari 10 kemenangan yang telah diraih, Bilal hanya sekali menang melalui keputusan juri. Empat kemenangan lainnya didapat lewat TKO, empat melalui KO, sedangkan satu laga berakhir dengan kuncian. Sejak ronde pertama, Bilal langsung mengambil inisiatif serangan. Petarung berusia 25 tahun itu mengombinasikan pukulan, tendangan, dan serangan lutut untuk terus menekan Rojas. Tekanan tersebut membuat Rojas kesulitan mengembangkan permainan. Bilal juga berhasil mencatatkan satu takedown pada ronde pembuka. Wajah Rojas bahkan sempat mengalami luka hingga berdarah akibat serangan yang dilancarkan Bilal.
Meski tampil dominan, ronde pertama belum menghasilkan kemenangan bagi salah satu petarung. Memasuki ronde kedua, Rojas sempat menjatuhkan Bilal lewat sebuah tendangan ketika pertarungan baru berjalan sekitar 40 detik. Namun, Bilal segera bangkit dan kembali melanjutkan pertarungan.
Bilal kemudian mengubah pendekatan dengan tidak terlalu terburu-buru menyerang. Strategi tersebut membuahkan hasil setelah lebih dari dua menit ronde kedua berlangsung. Bilal melakukan gerakan tipuan menggunakan tangan kirinya, seolah hendak melepaskan jab. Rojas bereaksi dengan menundukkan tubuh untuk mengantisipasi serangan tersebut. Perubahan posisi itu justru membuat sisi kiri wajahnya terbuka. Bilal memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan pukulan lurus tangan kanan yang tepat mengenai dagu Rojas. Petarung Peru itu langsung terjatuh dan wasit segera menghentikan laga.
Statistik UFC mencatat Bilal mendaratkan 56 serangan dari 137 percobaan sepanjang pertandingan. Sebanyak 53 serangan tersebut masuk kategori signifikan. Sementara itu, Rojas hanya mencatat 37 serangan yang mengenai sasaran dari 70 percobaan, dengan 33 di antaranya dikategorikan sebagai serangan signifika
Bilal juga sedikit lebih unggul dalam akurasi serangan ke kepala. Tingkat keberhasilannya mencapai 52 persen, sedangkan Rojas berada di angka 51 persen. Kemenangan tersebut menjadi pembuka yang impresif bagi Bilal Hasan di panggung UFC sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkannya di dunia MMA profesional.